Halaman

Kamis, 17 Januari 2013

Review “ Hasil Perbandingan dua artikel yang berjudul 'Asian Values' and Southeast Asian Histories oleh T. N. Harper Dan Historicism and Historiography in Indonesia oleh Sue Nichterlein


Nama   : Tiyas Dwi Puspita
NIM       : 12/340431/PSA/7415

          Dua pokok bahsan di atas merukan kajian yang membahas tentang tentang historiografi. Harper membahas dalam lingkup wilayah yang lebih luas yaitu Asia Tenggara sedangkan Nichterlein mengkhususkan Indonesia. Dalam tulisanya Harper mnjelaskan tentang pemikiran Samuel Hutington, dimana Hutington mengaitkan Barat dan Timur atau Asia dan Eropa dari segi peradaban. Adanya benturan budaya dia antara keduanya. Bangas-bangsa Eropa yang menganggap peradaban Asia atau lebih dikenal dengan budaya Timur. Namun bangsa barat banyak terinspirasi oleh budaya timur pula. Dan untuk masa-masa berikutnya banyak sekali orang-orang Barat yang tertarik untuk mengetahui banyak hal dari dunia Timur, sehingga dikirimlah para peneliti-peneliti Barat ke Asia tenggara untuk menulis tentang Asia Tenggara. Semantara seiring dengan waktu bangsa-bangsa di Asia Tenggara pun mulai menulis tentang wilayahnya, dimana dilihat dari perkembangannya semakin muncul rasa Nasionalisme dan penulisan sejarah semakin lama ditulis mungkin untuk kepentingan nasional dan mungkin juga untuk kepentingan penguasa.
            Sedangkan dalam artikel kedua yang menjadi bahasan di sini, yaitu Historicism and Historiography in Indonesia oleh Sue Nichterlein, pada awalnya membahas tentang historigrafi sendiri, bahwa ada atau muncul paham tentang historiografi, atau historisisme. Kemudian adanya pergulatan tantang kesadaran bangsa-bangsa tentang pentingnya historiografi, namun dilain pihak hal ini juga disusul adanya tidak sinkronisasi, atau menampilkan dimensi masing-masing. Bermunculan aliran-aliran Eropasentris, Asiasentris, dan sentris-sentris dengan scupe yang lebih kecil lagi secara kewilayahan. Selanjutnya dalam kajiannya ini  Nichterlein, membahas tentang perkembangan historiografi Indonesia.
            Dari dua artikel diatas tidak dapat dipungkiri bahwa di dunia Barat pun terdapat perdebatan tentang penulisan sejarah yang melahirkan paham-paham tertentu yang dipengaruhi ide-ide tertentu. Namun nampak juga bahwa secara pola ada kesamaan antara satu dengan lainnya. Sementara dari perabab tentulah berbeda meskipu dalam pasang surutnya tak jarang terdapat kesamaan pola. Nammun memang tidak bisa di pungkiri bahwa kolonialisme membawa pengaruh penting dalam corak penulisan ide historiografi. Dan selain itu semangat kedaerahan pun merupakan motif yang mendukung lahirnya sentris-sentris local.
            Dari dua tulisan tersebut dapat menjadi gambaran yang runtut dari scupe regional ke scupenasional kemudian daerah. Tulisan-tulisan tersebut memberikan penjelasan dengan pemikiran yang luas dan memberikan pola yang runtut. Yang lebih menmbah menarik tulisan-tulisan tersebut adalah adanya pandangan-pandangan yang memberi pengetahuan dari penulis sejarah eropa maupun penulis sejarah Indonesia sendiri. Sehingga memperluas pandangan kita tentang sejarah paham–paham historiografi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar